Kesbangpol & FKUB Surakarta Gelar Relasi Publik “Masyarakat Yang Berkarakter – Berwawasan Pancasila”

Seputar Jabar

Marilah kita ciptakan kota Surakarta sebagai salah satu Kota paling nyaman di Indonesia.

Surakarta – Kepala Kesbangpol Kota Surakarta Indradi AP SH MM, kalau melihat kondisi politik kota Surakarta saat ini menurut saya sangat kondusif, hal ini tercermin dari pelaksanaan Pilpres/Pileg 2019 berjalan lancar damai dan menunjukkan kedewasaan berpolitik serta meningkatnya partisipasi. Ia juga menyinggung peran serta ini tidak hanya pemerintah, semua elemen masyarakat harus ikut berpartisipasi aktif menjaga kondusifitas wilayah, sesuai dengan peran masing-masing. Harapannya menyongsong Pilkada 2020 juga demikian, jadi kuncinya pada kedewasaan berpolitik masyarakat dalam berpartisipasi terhadap Pemilu tetap terjaga. Gelaran ini dibingkai dalam program talk show “Relasi Publik” dengan tema “pembinaan masyarakat Kota Surakarta yang berkarakter dan berwawasan Pancasila”, Rabu 4/11/2019 di Studio TA TV Jl. Brigjen Katamso 173 Mojosongo, Jebres, Surakarta.

Terkait dengan Pancasila, Indradi menyampaikan kita sangat bersyukur karena negara kita memiliki ideologi Pancasila yang dapat menyatukan 1.700 an pulau, 1.300 an suku bangsa dan sekitar 746 bahasa. Program-program tentang kebudayaan seperti kirab budaya dan sebagainya, secara tidak langsung sebetulnya juga dalam rangka membangun persatuan dan kesatuan menerima perbedaan itu adalah bagian dari Pancasila. 5 (lima) budaya hidup yang harus dijadikan pedoman, pertama budaya hidup gotong royong, memiliki, merawat, menjaga dan mengamankan. Terkait radikalisme itu sensitif, karena ada radikal bisa positif bisa negatif, radikal positif secara ilmiah mencari kebenaran, ketika radikalnya yang ke arah merombak tatanan nilai sistem yang sudah ada dan sistem itu telah disepakati ini menjadi akan berbahaya ketika dilanjutkan, ujarnya.

Ia menyampaikan, bahwa Forkopimda bersama Kesbangpol telah melakukan upaya dengan menyelenggarakan rapat pertemuan rutin, jumatan keliling, sosialisasi tentang bahaya faham Radikal kepada masyarakat dan menghadirkan Eks Napiter untuk memberikan testimoni dalam kegiatan sarasehan dengan peserta dari berbagai kalangan, ujar Indradi.

Sementara itu, Arif Anshori anggota FKUB Kota Surakarta, menyampaikan konsep Tri kerukunan umat beragama di Kota Surakarta mencerminkan kerukunan yang saya nilai memang bagus, pertama kerukunan internal umat beragama, kedua kerukunan antar umat beragama, kemudian yang ketiga kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah.

Ia juga menambahkan, kerukunan kebersamaan adalah sebuah hal yang universal di semua ajaran agama. Saya sebagai seorang muslim memiliki konsep bahwasanya bagaimana kita bisa menghargai apa yang dilakukan oleh orang lain, demikian pula kita bisa dihormati oleh orang lain dalam hal ketika kita melakukan sebuah pilihan. Tiga hal tersebut bisa ditanamkan kepada masyarakat baik itu dalam agama secara keseluruhan disemua level tatanan sosial ekonomi, sehingga Kota Surakarta akan senantiasa stabil dan kondusif.

Arif mengatakan, bahwasanya Pancasila yang sudah disepakati bersama tentunya tidak boleh diganti apalagi timbul atau ide pemikiran radikal yang berkeinginan atau memimpikan untuk mengganti Pancasila. Saya menegaskan sebagai seorang muslim dalam memahami ajaran agama dan sebagai warga negara Indonesia, maka harus mengakui bahwasanya Pancasila adalah satu-satunya ideologi yang harus bisa kita terima meskipun disatu sisi keyakinan ada sedikit perbedaan ataupun penolakan.

Dalam kesempatan tersebut Indradi juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Surakarta untuk senantiasa mengembangkan sikap toleransi, menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah dan aparat keamanan serta membudayakan segera melapor apabila melihat kejanggalan ditengah-tengah masyarakat, dan marilah kita ciptakan kota Surakarta sebagai salah satu Kota paling nyaman di Indonesia, tutupnya. (/ZA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *