Pada prinsipnya orang yang melampui batas termasuk thogut tidak terkecuali didalamnya pelaku teror, karena mereka melampaui ketentutuan dalam ajaran agama yang mereka langgar.
Pelaku teror terkadang berdalih ketika ia melakukan bom bunuh diri berharap mendapatkan ganjaran 72 bidadari di surga. Hal itu tidak ada dijelaskan dalam Al-Quran, hanya iming-iming yang dijanjikan orang yang mempengaruhinya. Seperti propaganda yang banyak ditemukan di media sosial dibawah ini :
“Orang yang mati syahid akan diberi enam keistimewaan, yaitu diampuni dosanya sejak tetesan darahnya yang pertama, diperlihatkan tempat tinggalnya di surga, dikenakan padanya perhiasan iman, dinikahkan dengan 72 bidadari, dilindungi dari fitnah kubur dan aman dari huru-hara terdahsyat (Hari Kiamat).”
Pelaku teror beranggapan bahwa bom bunuh diri akan mati syahid, anggapan itu dibantah oleh beberapa kalangan muslim, mereka mengatakan bahkan bisa jadi pelaku teror mati dalam keadaan kafir, karena ia (pelaku) membunuh orang tidak berdosa dan beranggapan pembunuhan itu dibenarkan tuhan, padahal itu tidak dibenarkan.
Sebagaimana surat Al anfal ayat 60, “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)”.
Ayat diatas disalah pahami dan ditafsirkan berbeda. Yang dimaksud ayat ini siapkan kekuatan bukan menyerang tetapi untuk menjadikan musuhmu gentar. Kekuatan suatu bangsa bisa menjadikan bangsa lain getar, jadi kekuatan ini jangan digunakan menyerang.
Sedangkan Thogut itu sesuatu yang melampui batas, seperti setan dan penguasa tirani. Pada prinsipnya orang yang melampui batas termasuk thogut tidak terkecuali didalamnya pelaku teror, karena mereka melampaui ketentutuan dalam ajaran agama yang mereka langgar.
Ada ungkapan hidup ini adalah niat yang baik disertai dengan jihad, kalau anda tidak berjihad anda tidak akan hidup, ber-jihad-lah dengan tenaga, ber-jihad-lah dengan pikiran dan ber-jihad-lah dengan segala cara, tanpa jihad bukanlah hidup.
Sumber : Shihab & Shihab

