Sukoharjo – Generasi muda merupakan sasaran rawan paham radikalisme dan terorisme. Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) angka pemuda yang terpapar kedua paham tersebut tidaklah sedikit.
Data BNPT menyebutkan, pelaku teroris terbesar berpendidikan SMU yakni 63,3 persen, kemudian disusul perguruan tinggi 16,4 persen, SMP 10,9 persen, tidak lulus perguruan tinggi 5,5 persen, dan SD 3,6 persen. Kemudian berdasarkan umur, pelaku teroris terbanyak usia 21-30 tahun yakni 47,3 persen, disusul usia 31-40 tahun 29,1 persen. Sedangkan, usia di atas 40 tahun dan di bawah 21 tahun masing-masing 11,8 persen.
Melatar belakangi data diatas, Kodim 0726/Kab. Sukoharjo menggelar kegiatan sosialisasi di 4 sekolah tingkat SMA Kab. Sukoharjo dengan tema “Penangkalan Faham Radikalisme, Terorisme dan Intoleransi”, diantaranya SMK Muhammadiyah, SMKN 5 Sukoharjo, SMA 1 Weru dan SMAN 3 Sukoharjo.
Hadir dalam kegiatan diantaranya Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) Weru, Bulu dan Bendosari Kab. Sukoharjo dan dihadiri para siswa dan siswi dan beberapa guru.
Sosialisasi ini bertujuan menambah wawasan dan pengetahuan bagi pelajar mengenai apa yang dimaksud faham radikalisme, intoleransi dan terorisme serta bagaimana topologi penyebarannya melalui media sosial.
“Terimakasih yang sebesar-besarnya karena dapat menambah wawasan dan pengetahuan kepada siswa dan siswinya, diharapkan kedepannya bisa meluangkan waktu untuk mengisi materi lagi”, ujar salah satu guru SMK Muhammadiyah.
Senada dengan hal itu, Kepala sekolah SMA 1 Weru menyampaikan ucapan terimakasih atas kerjasamanya mengisi wawasan kebangsaan di sekolahan kami untuk adek- adek penerus generasi bangsa.
Program wawasan kebangsaan merupakan bentuk kepedulian Muspika dengan guru di Kec. Weru, Bulu dan Bendosari untuk meningkatkan pengetahuan dan rasa kecintaan para pelajar terhadap Nusa dan bangsa khususnya Kab. Sukoharjo. (/TL)

