Kebhinekaan merupakan sunnatullah, anugerah yang dimiliki oleh Negara Indonesia, berbeda dengan negara lain di dunia.
Boyolali – Hingar bingar Nasionalisme adalah bicara soal rasa cinta tanah air terhadap Bangsa Indonesia, jiwa Nasionalisme tidak serta merta muncul dengan sendirinya apabila kita tak mengenal Bangsa Indonesia. Selaras dengan itu, dalam rangka mencegah generasi muda dari pengaruh faham radikal, ratusan pelajar MTSN 14 ikuti seminar dan sosilasasi kebangsaan. Seminar dan sosialisasi bertajuk “Merajut Kebhinekaan Dan Menangkal Radikalisme Di lingkungan Sekolah / Madrasah” bertempat di Masjid Jauharoh Komplek MTSN 14 Kedunglengkong, Simo, Boyolali, Selasa 28/01/2020.
“Faktor dan hal yang paling mendorong berkembangnya radikalisme bernuansa agama di Indonesia diantaranya adanya ketidakpuasan terhadap pemerintah, kurangnya dialog antarumat beragama, lemahnya pemahaman ideologi Pancasila, lemahnya penegakkan hukum, kesenjangan ekonomi, kurangnya pemahaman benar tentang agama dan rendahnya tingkat pendidikan serta lapangan kerja”, ungkap Kepala KUA Mojosongo Saiful Anwar, S.Ag
Kebhinekaan merupakan sunnatullah, imbuhnya. Anugerah yang dimiliki oleh Negara Indonesia, berbeda dengan negara lain di dunia, sehingga menjadi incaran pihak lain ( luar) maupun pemisahan diri / potensi sparatisme ( dalam ) yang ingin menggoyang persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Dari pihak Polres Boyolali menitip pesan dan menghimbau “untuk bersikap saling toleransi kepada semua agama dan golongan, jangan sampai bersifat intoleran”. Dalam mengikuti setiap kajian agama harus hati-hati dalam memilih maupun mengikutinya, jangan sampai ikut dalam kajian yang mengajarkan aliran keras” papar Ipda Agung Muryo Atmojo, SH.MH
Kegiatan ini bersifat diskusi agar terjalin komunikasi yang hidup dan hangat, pada akhir kegiatan para siswa secara bersama-sama mengucapkan deklarasi “Saya Anak Indonesia, Saya Cinta NKRI” dan beberapa testimoni siswa terkait kegiatan wawasan kebangsaan ini.
Tujuan dilaksanakan kegiatan yang dihadiri TNI/Polri, guru dan siswa, merupakan satu upaya antisipasi dan memberi bekal ilmu agar tidak mudah terpengaruh ajaran atau faham radikal khususnya pada kalangan pelajar di wilayah Kab. Boyolali, Jateng. (/Yd)

