Sikap Tepo Seliro, Nguwongke Wong, Ajur Ajer Pedoman Warga Nusukan

Seputar Jabar

Pemuda-lah yang nantinya merupakan generasi penerus bangsa, sekaligus menjadi ujung tombak untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan radikalisme dan narkoba.

Surakarta – Toleransi dalam berbudaya Jawa “tepo sliro” saling memahami dan berhati hati dan mengasih hati, “nguwongke wong” menghargai dan menghormati, “ajur ajer” bagaimana kita bisa di terima dan bagaimana kita dalam bersama jadi satu, ujar Anggota Komisi III DPR RI Eva Yuliana, Msi.

Beliau juga menambahkan, tantangan Bangsa Indonesia saat ini salah satunya menguatnya faham radikalisme dan intoleransi. Oleh karena itu agar kota Surakarta menjadi aman dan damai maka prinsip-prinsip yang saya sebutkan diatas, seyogyanya harus dijunjung tinggi dan diimplementasikan di masyarakat sampai lingkungan terkecil yaitu keluarga, paparnya.

Bertempat di pendopo Kel. Nusukan Kec. Banjarsari kota Surakarta telah tergelar rangkaian kegiatan FGD (Fokus Group Disccusion) mengenai “Radikalisme dan Narkoba” yang diselenggarakan oleh Polresta Surakarta, Sabtu (13/03/2020). Turut hadir dalam kegiatan diantaranya perwakilan pemuda-mudi karang taruna, tim relawan Anti Narkoba Nusukan, anggota DPRD Kota Surakarta Hartanti, SE, Kasat Binmas Polresta Surakarta Kompol Suharmono, SH, Kapolsek Banjarsari Kompol Demmianus Palulungan, SH, Danramil Banjarsari Kapten INF Sunarno dan Lurah Nusukan Sri Wahyuni, SP, MM yang dihadiri sekitar 110 orang.

Dalam kesempatan itu, Kasat Binmas Polresta Surakarta Kompol Suharmono, SH menyampaikan diantaranya dampak dan akibat faham radikalisme dapat mempengaruhi pola kehidupan bermasyarakat yang awalnya aman dan damai menjadi hancur gegaranya, paparnya. Dalam upaya untuk mencapai suatu perubahan sistem di masyarakat sampai ke akarnya biasanya dilakukan dengan menggunakan cara – cara kekerasan, imbuhnya.

Menyebarnya radikalisme saat ini secara masif melalui media sosial dan internet, oleh karena itu kita sebagai aparatur Negara harus menanggulanginya secara bersama-sama dan apabila kita tidak pandai dalam menyaring informasi maka bisa berakibat fatal, pungkasnya.

Selain radikalisme, disinggung juga penyalahgunaan narkoba yang menyasar kaum muda. Kami menghimbau dan mengajak jangan sampai terpengaruh karena yang bisa mencegah hanyalah diri kalian sendiri, tutupnya.

Dalam hal ini, tentunya bukan hanya kalangan pemerintah yang harusnya mengambil bagian untuk mencegah dan mengatasinya, namun seluruh warga harusnya juga ikut terlibat dalam usaha tersebut, terutama kaum pemudi-pemuda.

Hal ini dikarenakan kaum pemudalah yang nantinya merupakan generasi penerus bangsa ini, sekaligus menjadi ujung tombak untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan akan kedua masalah tersebut, yaitu radikalisme dan narkoba. Dan yang paling mencolok untuk dapat mengambil peran dalam mengatasi masalah ini ialah generasi muda dalam menjaga keutuhan bangsa. (/Sd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *