HMI Surakarta Menyuarakan Tolak Radikalisme

Seputar Jabar

Mahasiswa agar menghindari kekerasan terhadap Negara dalam mengejar mimpi kalian, lakukan cara yang baik dan mendidik masyarakat, agar Negara ini bisa maju.

Surakarta – Radikalisme sudah berada dimana mana dan sebagai mahasiswa kita harus tahu radikalisme itu seperti apa sehingga nantinya kita bisa memberikan perubahan bagi bangsa ini dan itu menjadi harapan kita bersama, karena radikalisme dapat menghambat pembangunan bangsa kita. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Surakarta Brilian Kusuma Ardi dalam diskusi publik di RM. Mbok Yun Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo No. 40 Kel. Mangkubumen Kec.Banjarsari kota Surakarta, Kamis (28/11/2019) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Surakarta dan dihadiri sekitar 85 orang.

“Alhamdulillah kita bisa berkumpul dalam Diskusi pada sore hari ini, yang kita angkat dengan tema peran mahasiswa dalam menangkal radikalisme menjawab problematika pembangunan bangsa, hal ini kita angkat karena radikalisme sudah berada dimana mana,” kata Brilian.

Diskusi publik juga dihadiri beberapa mantan Napi terorisme salah satunya membahas mengenai perubahan sikap dari orang yang biasa menjadi radikal diantaranya orang tersebut terbina, dan mendadak radikal misal adanya momentum, mencari musuh, terlambat, instan / terburu buru, tidak ada kerjaan, heroik, tidak strategis dan minim ilmu agama. Ia menambahkan cara rekrutmen yang dilakukan baik di lingkungan sekolah, perusahaan, tempat ibadah atau di lingkungan masyarakat dilakukan dengan cara yang terkini yakni melalui media sosial.

Dirinya mengimbau kepada mahasiswa agar menghindari kekerasan terhadap Negara dalam mengejar mimpi kalian, lakukan cara yang baik dan mendidik masyarakat, agar Negara ini bisa maju dan hindari pertumpahan darah.

Selain itu, narasumber lainnya yang pernah mengunjungi negara di Timur Tengah mengatakan peran mahasiswa saat ini tidak hanya sekedar menuntut ilmu dan mencari IP setinggi tingginya, tapi mahasiswa harus berkontribusi nyata dalam memberi kebutuhan masyarakat.

Ia juga menyinggung radikalisme itu bukan kepada Islam tapi kepada suatu kelompok, dimana tujuan mereka akan merusak apa yang menjadi kesepakatan kita bersama untuk membangun bangsa Indonesia lebih maju, disamping itu Pancasila lahir bersama dengan lahirnya bangsa Indonesia dan merupakan ciri khas dalam sikap mental maupun tingkah lakunya, sehingga dapat membedakan dengan bangsa lain, tutupnya. (/uk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *