Travel advice umumnya dikeluarkan oleh otoritas negara sebagai bagian kewajiban dan tanggung jawab negara melindungi warganya.
Riza Pratama Wisesa (Pengamat radikalisme dan terorisme dari lembaga pemerhati semangat kebangsaan)
Jakarta – Pemerintah Inggris mengingatkan ancaman dari ekstremisme dimungkinkan masih tinggi, meskipun pihak berwenang Indonesia terus melakukan upaya preventif strike. Kelompok teroris memiliki kapasitas dan berniat untuk melakukan serangan kapan saja dan di mana saja dengan jenis serangan termasuk pemboman bunuh diri serta tembakan senjata api maupun senjata tajam yang menargetkan tempat-tempat umum dan ramai.
Kepentingan pemerintah dan penegakan hukum Indonesia serta tempat-tempat ibadah secara teratur menjadi sasaran para ekstremis termasuk kepentingan barat juga memiliki resiko. Serangan skala kecil terjadi secara teratur tanpa pandang bulu dan ada peningkatan resiko selama periode liburan. Berikut target potensial versi pemerintah Inggris, Australia dan Amerika :
- Tempat-tempat yang sering dikunjungi orang asing.
- Resor pantai, bar dan restoran, hotel, pasar, pusat perbelanjaan yang menjadi tuan rumah outlet merek internasional.
- Tempat wisata
- Tempat ibadah.
- Kedutaan asing.
- Terminal feri.
- Bandara
Berikut serangan terbaru yang terkenal meliputi :
- Pada 13 November 2019, seorang pembom bunuh diri menyerang markas polisi di Medan, Sumatra, melukai 4 petugas polisi dan 2 warga sipil.
- Pada 14 Mei 2018, terjadi ledakan di pos keamanan markas polisi di Surabaya, Jawa Timur, yang menyebabkan sejumlah kematian dan korban.
- Pada 13 Mei 2018, terjadi ledakan di tiga gereja di Surabaya, menyebabkan sejumlah kematian dan korban jiwa.
- Pada 24 Mei 2017, ada ledakan bom di terminal bus Kampung Melayu di Jakarta Timur. Tiga petugas polisi terbunuh.
- Pada 14 Januari 2016, terjadi serangan di dekat Hotel Sari Pan Pacific dan Sarinah Plaza di Jalan M.H. Thamrin di Jakarta Pusat. Serangan itu termasuk sejumlah ledakan dan pertempuran senjata. Delapan orang tewas dan sejumlah lainnya terluka, termasuk orang asing.
Sementara pemerintah Australia mengimbau untuk menghindari kota-kota yang sering menjadi target para ekstrimisme terutama Poso, Surabaya dan Solo, selain itu juga memprediksi ekstrimis bisa menyerang kota ini lagi terutama periode liburan seperti akhir tahun.
Senada dengan kedua Negara tersebut, pemerintah Amerika memperbaharui “Indonesia Travel Advisory” 27 Desember 2019 pada level 2 “Exercise Increased Caution” atau peningkatan perhatian. Dalam lamannya Amerika mengimbau untuk mempertimbangkan warganya berpergian ke Sulawesi Tengah dan Papua.
Travel advice adalah imbauan yang wajar dan bukan merupakan ancaman bagi keberlangsungan iklim wisata di Indonesia. Travel advice umumnya dikeluarkan oleh otoritas negara sebagai bagian kewajiban dan tanggung jawab negara melindungi warganya.
Peringatan ini biasanya dirilis untuk merespons sebuah kejadian membahayakan dalam jangka pendek di suatu negara. Negara biasanya tak melarang warganya mengunjungi lokasi yang terdata dalam travel advice. Namun, pelancong diminta meningkatkan kewaspadaan.

