Merawat Nilai-Nilai Kemasyarakatan dan Kebangsaan di Ponpes Darusyahadah

Seputar Jabar

Nilai – nilai kemasyarakatan dan kebangsaan akan tetap menjadi bagian dari penanaman ahlaq

Boyolali – Sinergitas Pemerintah Kab. Boyolali bersama TNI/Polri dengan pondok pesantren Darusy Syahadah Kec. Simo semakin solid, hal ini pun diwujudkan dengan menggelar “Safari kebangsaan dalam rangka menangkal faham radikalisme di wilayah Boyolali” yang diselenggarakan atas kerjasama Kemenag,  Kesbangpol dan Forkopimcam Simo yang diikuti sekitar 500 peserta, Kamis (19/03/2020).

Disela kegiatan penyampaian materi, perwakilam santri secara serempak mengucapkan Pancasila oleh tiga orang santri secara bergantian dengan diikuti oleh peserta kegiatan baik santri,  ustad dan juga rombongan perwakilan pemerintah daerah serta forkopimcam Simo.

Turut hadir dalam kegiatan diantaranya  Ketua Yayasan Yasmin Ust. H. Mustaqim, Mudirul Ma’had Pontren Darusy Syahadah Ust. Qosdi Ridwanulloh, Bagian Humas Pontren Darusy Syahadah Ust. Drs. Zaenal Abidin, Kepala Sekolah Pontren Darusy Syahadah, Ust. Zaid Abdul Latif dan Santri putera Darusy Syahadah, sedangkan dari kalangan jajaran pemerintah diantaranya Kepala Kemenag Kab. Boyolali Drs. H. Fahrudin, M. Ag, Kepala Kesbangol Boyolali Suratno, SH, MH dan Pasi Intel Kodim 0724/Byl Kapten Inf. Tony Hidayanto.

Pengucapan butir-butir Pancasila secara serempak oleh para Santri Putra

Menghadapi era milenial dan teknologi,  kiprah santri harus bijak dan baik menyikapi segala sesuatunya. Selain itu,  “tafakur fiiddin” tidak hanya urusan akhirat saja tetapi juga otomatis menyangkut urusan dunia. Selain murni belajar agama namun tetap perlu memantapkan nilai kebangsaan dengan menunjukkan ahlaq yang baik sesuai ajaran agama islam rahmatan lil alamin, terang Kemenag Boyolali Drs. H. Fahrudin, M. Ag.

Hal ini bukan tanpa alasan, karena para Santri masuk dalam bagian kaum milenial dan problem yang dihadapi pada era saat ini adalah menghadapi dua alam yaitu nyata dan maya. Yang sulit dikendalikan adalah dunia maya dimana banyak informasi ajaran dan kejadian yang ternyata tidak benar, menyimpang serta pemberitaan hoaks, tambahnya.

Dalam sambutannya Ust. Qusdi menyampaikan santri merupakan perwakilan dari Nusantara yang fokus belajar murni agama bukan berarti anti pelajaran umum / formal. Nilai – nilai kemasyarakatan dan kebangsaan akan tetap menjadi bagian dari penanaman ahlaq para santri dan juga pengasuh di ponpes Darusy Syahadah, ujarnya

Ia menambahkan dalam belajar agama subtansinya pasti beraplikasi ke pemahaman nilai – nilai Pancasila yang juga mencakup muatan kebangsaan dan nasionalisme, terangnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kesbangol Boyolali Suratno, SH, MH menyampaikan bahwa Santri yang merupakan bagian generasi penerus bangsa dan Insya Allah calon pemimpin masa depan, maka perlu penanaman ahlaq yang baik yaitu ahlaqul karimah salah satunya mencintai tanah air dan menjaga keutuhan NKRI, tuturnya.

Riwayat kehidupan beragama dan bermasyarakat dengan pelbagai suku-suku bangsa di Indonesia yang toleran dan damai, patut menjadi nilai kebangsaan yang selalu kita rawat bersama, karena bangsa Indonesia ini harus dilanjutkan oleh penerus bangsa ini dengan nilai-nilai kebangsaan yang telah diletakan dan dibangun oleh generasi sebelumnya. (/iy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *