Saya mengajak untuk bersama-sama berkomitmen menolak paham radikalisme, terorisme, dan intoleransi yang menyasar pada kaum pelajar/intelektual
Sragen – 80 Sekolah tingkat atas dan kejuruan se-Kab. Sragen serentak mengikuti upacara bendera, Senin (10/02/2020), tidak hanya siswa, Kepala SKPD jajaran dan Muspika Kab. Sragen turut terlibat dalam kegiatan yang diagendakan Bupati Sragen dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati.
“Bahwa kasus pengibaran bendera Tauhid oleh oknum siswa pengurus ROHIS di SMK Negeri di Kab. Sragen dan kejadian bullying terhadap seorang siswi muslimah tidak berhijab di SMA Negeri Gemolong, telah membuka mata hati kita bahwa seiring dengan modernisasi dan globalisasi maka permasalahan yang dihadapi oleh pelajar di era sekarang begitu beragam dan sangat memprihatinkan”, papar Bupati Sragen.
“Beliau menambahkan, kami bertekad meneguhkan kembali komitmen pemuda pelajar se- Kabupaten Sragen untuk berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagai upaya mengisi pembangunan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia/NKRI. Saya mengajak seluruh peserta upacara pada hari ini untuk bersama-sama berkomitmen untuk menolak paham radikalisme, terorisme, dan intoleransi yang menyasar pada kaum pelajar/intelektual”, tutupnya pada saat memimpin upacara di SMAN 2 Kab. Sragen yang diikuti 1.100 peserta.
Sementara itu, Ketua DPRD Kab. Sr Suparno, SH memimpin upcara bendera di SMAN 1 Kab. Sragen menyampaikan bahwa seluruh pelajar SMA/SMK se-Kab. Sragen harus memiliki komitmen bersatu membangun bangsa demi kejayaan NKRI dan berkomitmen menolak paham radikalisme, terorisme, dan intoleransi yang menyasar pada kaum pelajar/intelektual. Kita hidup di negara yang terdiri dari banyak suku, agama, ras, dan kebudayaan sehingga harus memupuk sikap toleransi dalam menghadapi perbedaan tersebut, ingatlah selalu semboyan bangsa Indonesia BHINEKA TUNGGAL IKA, tegasnya dihadapan sekitar 1.100 peserta.
Senada dengan hal itu, kegiatan upacara bendera serempak dilaksanakan di SMAN 3 Sragen diikuti 1.100 peserta dengan Irup Dandim 0725/Sragen Letkol Kav. Luluk Setyanto M.P.M, SMKN 2 Sragen diikuti 1.031 peserta dengan Irup Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Primbodo, S.I.K dan SMAN 1 Gemolong diikuti 900 peserta dengan Irup Kepala BPKPD Kab. Sragen Dwiyanto ,SSTP, M.Si dengan pesan-pesan moral diantaranya bahwa perbedaan jangan dijadikan perdebatan tetapi harus dijadikan modal untuk kebersamaan demi terjalinnya kumunikasi internal sekolah. Bersikap dan berpikir sesuai dengan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945, jaga kekompakan, keberagamaan, perbedaan jadikan ini sebagai penyemangat.
Upacara Bendera dilaksanakan secara serentak di SMA dan SMK se Kab. Sragen sebagai bentuk sinergitas Pemkab, TNI dan Polri dengan Irup yaitu Bupati Sragen, Dandim, Kapolres, Ketua DPRD, Kepala Kejari, Ketua PN, Ketua Depag dan sebagainya sebagai tindak lanjut dari rekomendasi Rakor Kominda di Kantor Kesbangpol beberapa pekan lalu atas insiden indikasi radikalisme dan intoleransi di SMKN 2 Sragen dan SMAN 1 Gemolong. (/RM)

