SMAN Kebakramat Serukan Tangkal Faham Radikalisme dan Terorisme

Seputar Jabar

Karanganyar – Gaungnya deklarasi tangkal faham radikalisme dan terorisme saat ini mulai terdengar marak dilakukan disektor pendidikan yang menyasar lingkungan sekolah khususnya wilayah Solo raya, tentunya hal ini sebagai kegiatan positif dimana generasi penerus harus memegang teguh ideologi yang menjadi dasar kesatuan negara yakni Pancasila.

Trend menunjukkan bahwa, pelajar merupakan subyek yang sangat rentan dan latah terhadap pengaruh budaya, hot isu dan faham yang bertolak belakang dari budaya sendiri, hal ini tidaklah mengherankan karena keterbukaan informasi, kemudahan akses internet sangat terbuka di era saat ini.

Nah, salah satu siswi SMAN Kebakkramat Erni Maisaroh berpendapat bahwa kegiatan “Sosialisasi Anti Radikalisme dan Terorisme” merupakan kegiatan yang baik, sehingga kami (siswa) mengetahui tentang apa itu terorisme, apa definisi radikalisme dan cara penyebarannya melalui media sosial” pungkasnya. Senada dengan Erni, salah satu siswa menyampaikan sosialisasi ini sangat berguna agar kita terhindar dari faham-faham yang merugikan kita maupun Negara”, tegasnya.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan kerjasama antara pihak sekolah SMAN Kebakkramat dan Kodim 0727 Karanganyar yang dihadiri para guru, siswa-siswi serta menghadirkan Eks Napiter sebagai nara sumber, Jum’at 24/01/2020.

“Saya sampaikan kepada anak- anak semua agar mendengarkan sosialisasi anti radikalisme dan terorisme, supaya tidak salah dalam bertindak dan ikut hal-hal yang menggiurkan namun menjerumuskan kepada generasi muda”, ujar Ari Wibowo Waka Bidang Kurikulum SMAN Kebakkramat.

Senada dengan hal itu, Pasi Intel Kodim 0727 Karanganyar Kapten Inf Tohar menyampaikan cara menangkal faham radikalisme dan terorisme diantaranya sikap saling menghargai, toleransi dan tetap menjaga persatuan kesatuan Indonesia, tegasnya.

“Bentengi diri dengan iman dan takwa kepada Tuhan YME, ibadah sesuai keyakinan agama masing masing agar kehidupan berbangsa dan bernegara  tidak terpengaruh oleh paham – paham radikal, dan terorisme”, imbuhnya.

Diakhir kegiatan para siswa-siswi melakukan deklarasi dan pernyataan sikap bersama untuk menolak segala bentuk faham radikalisme dan terorisme. (/th)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *