Perbedaan sangat indah untuk melengkapi dunia ini dan janganlah mempunyai pendapat Minoritas Mayoritas, jadi kita harus saling mengisi pembangunan Negara ini.
Wonogiri – Radikalisme sering kita dengar menjadi momok yang bisa terjadi dimana mana dan bisa mempengaruhi di masyarakat. Radikalisme sendiri berasal dari kata latin yaitu aliran kecenderungan Ideologis atau upaya menuntut perubahan secara gradual, cepat, drastis dengan cara kekerasan, hal ini disampaikan KH Mursidi Sag. Msi (FKUB, Tokoh Agama Wonogiri) di acara Talk Show di RGS (Radio Giri Swara) Wonogiri FM Frekwensi 94 MHz dengan Tema “Bersatu Melawan Radikalisme Terorisme dan Intoleran” Minggu 23/12/2019.
Beliau juga menyinggung bahwa radikalisme Intoleran bisa dari pengaruh media sosial seperti Facebook dan grup percakapan WhatsApp dan kita selama ini sudah berkolaborasi dengan Pemerintah melaksanakan sosialisasi dalam menangkal faham tersebut terutama dikalangan pelajar, masyarakat dan lainnya, tutur beliau.
Sementara itu, Dewi Agustin SE MM mengatakan bahwa dunia kampus sebagai sasaran empuk pengaruh dan faham radikalisme, karena kaum muda yang emosinya labil dan belum memiliki penanaman agama yang cukup serta memandang perbedaan agama adalah suatu hal yang sangat serius sehingga dapat dimungkinkan mudah diprovokasi, ujarnya.
Beberapa pertanyaan dibuka dalam interaksi salah satunya “Tips dan Trik” agar remaja tidak ikut faham radikalisme diantaranya “menyibukan diri dalam kegiatan positif, jangan berfikiran sempit, selalu mengedepankan pemikiran toleransi sesuai adat kita bangsa Indonesia, memahami perbedaan dan jangan mudah membagikan berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, ujar kedua Narasumber.
Berikut closing statement dari kedua Narasumber dalam menyikapi faham radikalisme, diantaranya :
- “Mari kita jaga persatuan dan kesatuan NKRI ini dengan meneladani para pejuang terdahulu kita yang tidak membedakan Suku, Agama dan RAS dalam meraih kemerdekaan, serta mari belajar agama yang baik islam adalah “Rahmatan Lil Alamain Rahmat sekalian alam”, kita jaga toleransi, saling hormat menghormati sehingga terjalin kerukunan kenyamanan”, KH Mursidi S.Ag. Msi.
- “Mari kita lawan radikalisme, terorisme dan Intoleransi mulai dari rumah kita, kita juga harus menyampaikan dengan baik kepada anak-anak dan saudara kita. Dari sekolah perlunya penyampaian tentang perbedaan yang sunnatullah agar bisa menjalin toleransi di masyarakat”, tutup Dewi Agustin SE MM.
Talkshow ini diselenggarakan Forum Masyarakat Wonogiri Peduli Bangsa bersama Narasumber KH Mursidi S.Ag. Msi dari FKUB tokoh agama Wonogiri dan Ibu Dewi Agustin SE MM Dosen STAIMAS Mulia Astuti Wonogiri.

